Menjadi Penjaga Gawang, Terlihat Mudah Namun Membutuhkan Jiwa yang Besar
Bagi saya menjadi seorang penjaga gawang merupakan suatu kecelakaan. Mengapa demikian ? Semua bermula ketika saya mendaftar di Sekolah Sepak Bola (SSB) Cakarmas Berbah. Pertama kali saya bergabung di latihan saya memilih berposisi sebagai penyerang. Debut awal saya di pertandingan ujicoba berhasil mencetak gol bagi tim. Mulai dari situ saya merasa yakin bahwa saya cocok bermain sebagai penyerang. Namun beberapa hari menjelang turnament,kiper dari SSB saya tidak bisa di daftarkan karna telah melewati batas usia pemain. Sampai akhirnya kita semua bingung, mana mungkin suatu tim bermain tanpa seorang kiper. Akhirnya di suatu latihan rutin tiap sore hari,pelatih menunjuk saya untuk mencoba bermain sebagai penjaga gawang. Bagi sebagian orang yang sering menonton pertandingan sepakbola, menjadi penjaga gawang itu terlihat mudah. Banyak dari mereka menertawakan dan memaki ketika penjaga gawang tersebut melakukan kesalahan. Namun menjadi penjaga gawang tidaklah semudah mereka berbicara...