Menjadi Penjaga Gawang, Terlihat Mudah Namun Membutuhkan Jiwa yang Besar
Bagi sebagian orang
yang sering menonton pertandingan sepakbola, menjadi penjaga gawang itu
terlihat mudah. Banyak dari mereka menertawakan dan memaki ketika penjaga
gawang tersebut melakukan kesalahan. Namun menjadi penjaga gawang tidaklah
semudah mereka berbicara. Banyak tekanan ketika kalian baru pertama kali
bermain sebagai penjaga gawang di pertandingan resmi. Bahkan ketika kalian baru
pertama kali memasuki lapangan untuk bertanding, kalian akan merasa takut untuk
bermain karna melihat begitu banyak penonton yang menyaksikan kalian bermain
dan mereka seolah memaksa anda untuk memberikan yang terbaik. Dan disaat
pertandingan berlangsung seorang kiper melakukan sebuah kesalahan yang
berakibat gol maka seolah tamatlah karirnya.
Pernah ketika itu di
turnament PAF saya melakukan kesalahan. Saya salah dalam melakukan tangkapan
sehingga bola hasil tendangan pemain lawan tersebut masuk ke gawang saya.
Ketika itu saya melihat seolah penonton marah dan rekan satu tim kecewa kepada
saya. Disitu saya merasa bersalah dan bahkan saya tidak bisa tidur selama 3
hari. Tapi saya mencoba untuk berfikir positif bahwa untuk menjadi tangguh kita
butuh kritikan dan cambukan. Dan hal itu benar, saya jauh menjadi kuat dari
sebelumnya.
Di pertandingan
terakhir saya bermain di Pekan Olahraga (POR) antar SMA yang ketika itu
mempertemukan SMA 1 Banguntapan melawan MA Ali Maksum,saya berhasil melakukan
penyelamatan yang menurut saya merupakan yang terbaik sepanjang saya bermain. Saat
itu terjadi pelanggaran untuk MA Ali Maksum di sebelah kiri dekat kotak penalti
saya. Tendangan bebas langsung di berikan oleh wasit. Bola di ambil oleh pemain
MA Ali Maksum dan diarahkan ke sudut kanan gawang. Saya berhasil terbang untuk
menepis bola itu keluar. Namun pertandingan tersebut berakhir kekalahan untuk
tim saya. Dan orang-orang yang menonton tetap menganggap tim saya kalah
meskipun saya melakukan penyelamatan penting. Maka demikianlah mengapa menjadi
penjaga gawang itu mudah namun membutuhkan jiwa yang besar. Karna disaat kiper
melakukan satu kelasahan mereka akan mengingat kesalahannya di sepanjang waktu
dan mereka seolah lupa bahwa kiper juga pernah melakukan beberapa penyelamatan
penting.
Komentar
Posting Komentar